Penatalaksanaan pencegahan dan terapi stroke terkini dengan peran ahli Neurologi Intervensi

Penulis: dr. Fritz Sumantri Usman SpS,FINS

Stroke hingga kini masih merupakan penyakit pembunuh nomor 3 di dunia, setelah jantung dan kanker, serta tercatat sebagai penyakit penyebab kecacatan nomor 1 di dunia. Angka penderita stroke masih amat sangat tinggi , dan setiap tahunnya jumlah penderita stroke selalu meningkat , baik itu stroke baru maupun stroke berulang . Seiring dengan semakin perdulinya masyarakat tentang tingginya angka kejadian stroke dan tingginya angka berulangnya / kekambuhan suatu penyakit stroke, maka ilmu pengetahuan khususnya bidang neurologi terus melakukan pengembangan dan terobosan-terobosan yang diyakini mampu untuk setidaknya mengurangi angka kematian dan kecacatan akibat serangan stroke dan yang terpenting adalah menekan kemungkinan timbulnya serangan stroke berulang.

 

Salah satu cara atau terobosan yang mulai diminati dan mulai banyak ditanyakan oleh para konsumen jasa pelayanan kesehatan adalah pemanfaatan terapi neurologi intervensi dalam mengatasi dan mencegah terjadinya stroke.

 

Bagaimana pemanfaatan mesin angiografi dalam menekan , mengatasi dan mencegah timbulnya stroke akan kita bahas lebih jauh dalam tulisan ini, namun secara prinsip , dengan menggunakan mesin angiografi yang dioperasikan oleh seorang ahli neurologi intervensi , dimana tindakan ini bukan merupakan tindakan pembedahan , maka resiko angka kematian dan kecacatan, biaya yang dikeluarkan , waktu tinggal di rumah sakit dapat ditekan secara optimal.

 

Seorang ahli neurologi intervensi , menggunakan mesin angiografi dalam prosedur neuro intervensi untuk mendiagnosa, melakukan terapi , serta melakukan upaya pencegahan terhadap penyakit stroke , seperti contohnya dengan:

  1. Melakukan prosedur cerebral DSA (tindakan diagnostik untuk mengetahui penyempitan pembuluh darah otak)
  2. Pemasangan cincin pada pembuluh darah otak
  3. Melakukan tindakan koil dan embolisasi pada pembuluh darah otak yang pecah
  4. Melakukan terapi penghancuran thrombus
  5. Memberikan terapi perangsang pertumbuhan neuron (satuan fungsional saraf) .

 

Berikut akan kami jabarkan secara singkat dan jelas masing masing dari kegunaan terapi tersebut.

 

Cerebral DSA (Cerebral digital substract angiografi) .

Cerebral DSA adalah tindakan yang berupa penyuntikan kontras ke dalam pembuluh darah untuk melihat penyempitan ataupun penyumbatan yang mungkin saja terdapat di pembuluh darah menuju otak atau di otak . Tindakan ini merupakan tindakan gold standard ( baku emas – paling sahih ) untuk melihat berapa derajat penyempitan yang terjadi ; mengapa mengetahui dengan pasti derajat penyempitan menjadi hal yang sangat penting untuk mengoptimalkan usaha pencegahan stroke berulang , dikarenakan dengan mengetahui secara pasti berapa derajat penyempitan yang terjadi, maka dapat disusun dengan optimal terapi medikamentosa yang diperlukan , khususnya untuk menekan progresivitas pertumbuhan stenosis.

 

Pemberian terapi penghancur thrombus ( thrombolysis )

Thrombus adalah suatu materi yang menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah otak sehingga aliran darah tersumbat yang pada akhirnya menyebabkan stroke . FDA Amerika , telah menyetujui pemberian zat penghancur thrombus berupa rtPA pada stroke stroke penyumbatan , dengan kriteria :

– Bila diberikan secara infuse intravena , maka waktu kejadian stroke hingga pemberian rtPA tidak boleh lebih dari 4,5 jam

– Bila diberikan secara intra arterial melalui kateter , maka waktu kejadian stroke hingga pemberian rtPA tidak boleh lebih dari 6 jam

– Bila dilakukan upaya penghancuran thrombus secara mekanik , maka waktu kejadian stroke hingga dilakukan upaya penghancuran thrombus tidak boleh lebih dari 8 jam.

 

Jadi jelaslah , bahwa apabila seseorang terkena stroke , untuk mendapatkan hasil terapi yang optimal , maka secepat mungkin datang ke pusat pelayanan kesehatan yang sudah dapat memberikan terapi thrombolyis ini , dimana seorang neurologist intervensi akan melakukan penatalaksanaan / prosedur non operatif tersebut .

 

Pemasangan stent ( cincin ) pada pembuluh darah

Pemasangan stent pada pembuluh darah otak bertujuan untuk menekan angka stroke berulang ; mengapa stroke berulang harus dihindarkan , karena sudah menjadi hal yang nyata bahwa stroke yang datang selanjutnya selalu lebih mematikan dan menimbulkan kecacatan dibanding stroke sebelumnya , untuk itulah bila ditemukan adanya penyempitan (stenosis) sebesar minimal 60% pada pembuluh darah di otak atau pembuluh darah yang menuju otak, maka sebaiknya dilakukan pemasangan cincin tersebut .

 

Pemasangan koil dan terapi embolisasi pada stroke perdarahan

Bila pada stroke penyumbatan kita sudah mengenal beberapa terapi untuk mengatasinya (thrombolysis, thrombektomi dan pemasangan stent) , maka untuk stroke perdarahan , dengan bantuan mesin angiografi kita sudah dapat mencari tahu apa penyebab dari perdarahan pada kondisi stroke. Bila penyebab perdarahan tersebut, timbul akibat adanya kelainan pada pembuluh darah otak seperti terjadinya kasus aneurisma ataupun sambungan arteri vena yang tidak normal, maka seorang ahli neuro intervensi dapat melakukan terapi koil ataupun embolisasi, sehingga penyebab perdarahan tersebut dapat ditekan kemungkinannya untuk kembali pecah. Hal ini sangatlah penting , karena kita tahu pada stroke perdarahan , angka kematiannya amatlah tinggi ( 40%-60% ).

 

Demikianlah , sedikit tinjauan singkat dan popular mengenai kemajuan yang sudah dicapat oleh ilmu pengetahuan khususnya bidang spesialis neurologi, guna membantu penatalaksanaan stroke, baik itu yang bersifat penyumbatan maupun perdarahan, entah itu pada fase pencegahan, fase akut maupun kronis .

About the Author :

Leave a Comment

START TYPING AND PRESS ENTER TO SEARCH